Dalam kehidupan ini, seorang manusia akan selalu berbuat kesalahan kecil ataupun yang besar, dalam bentuk perkataan ataupun perbuatan karena kebenaran hanya milik Alloh SWT. Seperti yang telah diterangkan dalam surat berikut ini:
Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al-Kahfi: 29)
Maha benar Alloh SWT Yang Maha Agung.
Akan tetapi, Alloh SWT juga Maha Pengampun, seperti yang dijelaskan dalam surat berikut:
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia, Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (QS. Al-Buruuj: 14-16)
Muhasabah secara bahasa adalah menghitung, menimbang, mengintrospeksi, atau bisa disebut mengevaluasi. Sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan lupa, kita harus selalu mengevaluasi diri kita apakah sudah sesuai dengan syari’at Islam, kemudian melakukan usaha agar kesalahannya tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Rosululloh SAW berkata dalam haditsnya:
Dari Syadad Bin Aus RA, Dari Rosululloh SAW, bahwa beliau berkata: “Orang yang pandai adalah orang yang mengevaluasi dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh SWT.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata: “Hadits ini adalah hadits hasan.”)
Ada beberapa cara yang baik untuk bermuhasahah, salah satunya dengan cara menulis semua kegiatan yang kita lakukan dari pagi hingga menjelang tidur baik yang positif maupun yang negatif, lalu mengevaluasi kesalahan apa yang kita lakukan lalu bertaubat meminta ampun kepada Alloh SWT dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi.
Seperti yang dipaparkan dalam QS. Al-Buruuj: 14-16 di atas, Alloh SWT Maha Pengampun lagi Maha Pengasih. Insya Alloh dosa-dosa kita diampuni jika kita mau bertaubat dan berusaha. Jadi, marilah kita bermuhasabah diri agar kehidupan kita senantiasa terkontrol dan kita termasuk orang-orang yang pandai. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kebenaran hanya milik Alloh SWT. Jika ada yang mengganjal di hati Anda terhadap artikel diatas, silahkan komentar...